Masa Prabowo Pecah di Makamah Konstitusi

Pendukung calon presiden Prabowo Subianto melakukan unjuk rasa di sekitar Patung Kuda sekitar gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (21/8). Massa memaksa mendekati gedung Makamah Konstitusi yang harusnya steril.

Sekitar pukul 14.00 WIB, seribuan massa pendukung Prabowo merangsek masuk ke Jalan Medan Merdeka Barat yang ditutup polisi sejak pagi. Mereka berusaha mendekati gedung Mahkamah Konstitusi untuk mengikuti sidang putusan sengketa pemilihan presiden.

Eskalasi meningkat pada sekitar pukul 14.30 WIB, saat massa mendorong barikade kawat berduri, sehingga membuat Polisi menyemprotkan Gas Air Mata dan Water Canon. Massa pun berlarian. Sebagian dari mereka menuju arah Bundaran Hotel Indonesia, sisanya menuju kawasan Sabang.

Atas hal itu, Menko Polhukam menyampaikan permohonan maafnya. "Khusus kejadian di patung kuda, kalau pun ada gesekan kecil, ada yang terluka, atas tindakan prefentif yang dilakukan aparat, saya minta maaf kepada saudara-saudara saya, adik-adik saya yang menderita, terluka, atau mengalami ketidaknyamanan pada saat kejadian kemarin." kata Menkopolhukam, Djoko Suyanto dalam jumpa pers di kantornya Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2014).

Oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Djoko diberi mandat untuk mengawal proses Pemilu 2014 secara keseluruhan. Karena itu, insiden yang terjadi di patung kuda kemarin dinilainya sebagai tanggung jawabnya.

"Aparat kepolisian adalah sekadar melaksanakan tugas. Tanggung jawab ada di saya. Apabila ada yang ingin minta pertanggungjawaban, maka tanggung jawab ada di Menko Polhukam." ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jendral Sutarman menyatakan akan membantu biaya pengobatan korban dari kubu Prabowo-Hatta. Namun, ia menyampaikan jika korban tak hanya dari kubu Prabowo-Hatta. 2 aparatnya harus dilarikan ke rumah sakit akibat terdorong Unimog yang dikerahkan massa Prabowo Hatta.

"2 anggota saya juga luka-luka. Mereka mengalami luka robek akibat terdorong unimog dan terjatuh di kawat. Mereka dari satuan Brimob Provos." ujar Kapolri.